Daftar Isi
Satu pertanyaan yang hampir selalu muncul di awal diskusi dengan calon klien: "Kira-kira website saya habis berapa?"
Jawabannya memang tidak bisa satu angka karena sangat bergantung kebutuhan. Tapi kami bisa kasih gambaran jujur supaya kamu tidak kaget dan bisa ngobrol dengan developer manapun dengan lebih percaya diri.
Kenapa Harga Website Bisa Beda Jauh?
Di internet kamu bisa menemukan penawaran mulai dari Rp 500 ribu sampai ratusan juta. Perbedaan ini bukan semata soal developer-nya mahal atau murah, tapi karena beberapa faktor:
- Kompleksitas desain — template vs custom design dari nol
- Fitur yang dibutuhkan — halaman statis vs sistem dengan database
- Jumlah halaman — 5 halaman vs 50 halaman
- Integrasi — payment gateway, CRM, API pihak ketiga
- Timeline — pengerjaan normal vs express (rush fee)
Breakdown Harga per Tipe Website
Cocok untuk promosi produk, event, atau pre-launch bisnis baru.
- 1 halaman panjang
- Desain custom
- Form kontak/WA
- Mobile responsive
- Selesai 5–7 hari
Untuk bisnis yang butuh tampil profesional dengan informasi lengkap.
- 5–10 halaman
- Blog/artikel
- CMS sederhana
- SEO dasar
- Selesai 2–3 minggu
Untuk platform dengan login, database, dan fitur kompleks.
- Sistem autentikasi
- Database & API
- Dashboard admin
- Payment gateway
- Selesai 4–8 minggu
Biaya yang Sering Dilupakan
Ini yang paling sering bikin kaget — ada biaya di luar biaya development yang perlu disiapkan:
| Item | Estimasi/tahun | Keterangan |
|---|---|---|
| Domain .id | Rp 200–400 rb | Wajib, perpanjang tiap tahun |
| Hosting | Rp 0–500 rb | Gratis di Cloudflare Pages untuk statis |
| Email bisnis | Rp 200–500 rb | Google Workspace atau Zoho |
| SSL Certificate | Rp 0 | Gratis via Cloudflare/Let's Encrypt |
| Maintenance | Rp 200–1 jt/bln | Opsional, tergantung kebutuhan update |
Total biaya tahunan untuk website company profile sederhana biasanya Rp 400–800 ribu per tahun di luar biaya pembuatan awal.
Tips Hemat Budget
1. Mulai dari yang kamu butuhkan sekarang
Tidak perlu langsung bikin web app lengkap kalau bisnis baru mulai. Landing page yang bagus jauh lebih efektif dari website 20 halaman yang tidak ter-update.
2. Pilih stack yang hemat hosting
Website dengan Astro atau HTML statis bisa di-deploy gratis di Cloudflare Pages. Tidak perlu bayar hosting Rp 500 ribu per bulan untuk website yang tidak butuh server.
3. Siapkan konten sebelum mulai
Salah satu penyebab proyek molor dan biaya membengkak adalah konten yang belum siap. Siapkan teks, foto, dan logo sebelum development dimulai untuk hemat waktu dan biaya revisi.
4. Minta breakdown harga yang jelas
Developer atau agency yang jujur akan memberikan rincian biaya per item. Hati-hati dengan penawaran "all-in" tanpa rincian — biasanya ada hidden cost atau scope yang terlalu luas di atas kertas tapi minim implementasi.
Kamu bisa tanya estimasi kasar via WhatsApp sebelum memutuskan. Tidak ada kewajiban lanjut, tidak ada biaya konsultasi.
Kesimpulan
Budget realistis untuk website UMKM Indonesia adalah Rp 3–15 juta tergantung tipe dan kompleksitasnya. Yang terpenting bukan mencari yang termurah, tapi mencari yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis kamu saat ini.
Kalau kamu masih bingung tipe website apa yang paling pas, ceritakan bisnis kamu ke kami dan kami akan rekomendasikan solusi yang paling efisien untuk budget yang kamu punya.